Di era internet, kita dapat mengakses beragam informasi dengan cepat dan mudah. Akses ini tersedia 24 jam sehari. Selama ponsel ada di tangan, kita bisa menjelajahi internet melalui Google atau media sosial untuk mencari tahu topik apapun yang kita inginkan. Sayangnya, kemudahan ini juga membawa dampak negatif.
Bukan hanya kita yang mudah mengakses informasi, tetapi informasi juga mudah masuk ke pikiran kita, bahkan ketika kita tidak benar-benar membutuhkannya. Beragam informasi yang tersedia 24 jam di internet siap masuk tanpa henti ke memori kita melalui iklan, postingan orang lain, atau algoritma yang diatur oleh platform media sosial.
Overthinking: Ketika Pikiran Terlalu Banyak Mengolah Informasi
Terkadang, otak kita menjadi kelelahan atau kehilangan fokus karena berbagai informasi yang muncul bersamaan di internet. Di beranda media sosial, informasi diatur sedemikian rupa agar pengguna terus melakukan klik atau scroll, membuat perhatian kita terbagi-bagi. Jumlah informasi yang masuk bisa melampaui kemampuan otak untuk memprosesnya secara sadar. Otak kita, sebagai mesin pencerna informasi, bisa mengalami overload, kelebihan muatan informasi yang harus segera diproses. Jika tidak segera beristirahat, mesin ini bisa mengalami kerusakan atau gangguan kinerja.
Adaptasi Otak Terhadap Teknologi
Otak manusia tidak terbentuk secara instan. Ada proses adaptasi selama ribuan tahun yang membuat otak kita berevolusi menjadi seperti sekarang. Namun, belum pernah ada sumber informasi secepat dan seagresif internet dalam mengirimkan informasi ke pikiran manusia. Kemunculan teknologi internet yang terus berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir membuat otak kita kewalahan. Selain itu, rutinitas modern seperti kerja kantoran menambah beban tersendiri bagi pikiran.
Pentingnya Menghindari Overthinking
Overthinking merugikan kita. Ketika melihat kesuksesan orang lain di media sosial, kita bisa menjadi overthinking tentang kondisi diri sendiri, masa depan, kondisi ekonomi, dan beban hidup. Ketika mengalami masalah perasaan dan mencari solusi di internet, kita justru dibebani banyak informasi yang tidak teratur dan belum tentu berasal dari ahli di bidangnya. Pikiran berlari-lari tanpa arah, mencari solusi, tetapi hanya memutar-mutar informasi tanpa arah yang pasti. Overthinking mengurangi kebahagiaan kita, membuat tubuh resah, dan menghabiskan waktu berharga.
Cara Menghindari Overthinking
Kontrol ada di tangan kita sebagai pengguna internet. Mulailah menggunakan internet secukupnya. Pahami kebutuhan kita dan tidak menggunakan internet lebih dari itu. Membatasi diri memang tidak mudah, terutama karena banyak konten menarik di internet yang merangsang kita untuk bertindak impulsif. Namun, ketika kita sadar bahwa ini adalah jebakan yang berpotensi merugikan karena mengundang overthinking, kita akan lebih mudah membatasinya.
Batasan Penggunaan Internet
Hindari overthinking dengan tidak menghindari internet sepenuhnya. Tetap gunakan internet untuk berpikir dalam pengertian intelektual. Otak kita membutuhkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Internet adalah sumber informasi yang mumpuni bagi kemajuan pikiran kita. Oleh karena itu, jadikan kebutuhan informasi sebagai batasan: cukup berpikir, jangan overthinking.
Internet sebagai Perpustakaan
Anggaplah internet seperti perpustakaan. Ada hal yang kita cari sehingga kita datang ke sana. Kita hanya memilih buku yang kita butuhkan. Lakukan hal yang sama ketika berselancar di internet. Ketahui apa yang ingin kita cari sebelum memasukinya dan cari hal yang sudah kita tentukan di awal. Dengan begitu, kita bisa berpikir sambil mencegah overthinking.
Wisata Intelektual di Internet
Sesekali, kita bisa menggunakan internet untuk menambah wawasan dengan membaca konten berkualitas, semacam wisata intelektual. Arahkan pikiran pada konten yang berkontribusi pada kemajuan pikiran, bukan yang mengundang overthinking. Semakin otak terlatih untuk berpikir intelektual, semakin mudah otak mengurai informasi yang ada di pikiran. Jika benang informasi sudah terlalu kusut hingga overthinking, intelektualitas membantu kita memangkas bagian over-nya, sehingga yang tersisa hanya thinking. Ini baik untuk kita: cukup berpikir, jangan overthinking.
Dengan menerapkan tips-tips ini, kita dapat mengendalikan penggunaan internet dan menghindari overthinking. Internet dapat menjadi alat yang berguna untuk berpikir dan meningkatkan kualitas hidup kita jika digunakan dengan bijak.***

