Di zaman internet ini, kita sering mendengar kata meme. Kata ini merujuk pada gambar editan lucu yang viral. Bisa berisi sindiran atau sekedar jokes yang mindblowing atau bahkan brainroot.
Ternyata, ada pengertian lain dari meme. Pengertian meme yang lebih mendasar. Istilah meme awalnya dipopulerkan oleh ilmuwan Richard Dawkins dalam bukunya yang menjadi perbincangan dunia, yaitu The Selfish Gene (1976). Meme berasal dari istilah Yunani kuno yang berarti ‘meniru’.
Menurut Dawkins, ide berkembang seperti gen. Kita bisa mengambil virus Corona atau Covid sebagai gambarannya. Covid menyebar dengan melipatgandakan diri dari tubuh satu orang ke orang lain. Dia beradaptasi dan mengalami mutasi. Terkadang mati, terkadang berkembang biak, tergantung kondisi orang yang terinfeksi. Jika menguat, virus itu bisa menguasai dan menentukan nasib seseorang.
Dalam logika Dawkins, ide berkembang dengan cara yang sama. Persis seperti virus. Menyebar dengan melipatgandakan diri dari pikiran seseorang ke pikiran orang lain. Unsur terkecil dari ide, gen pembentuk ide, disebut meme.
Semakin kuat suatu meme, dia akan bergabung dengan meme lain dan membentuk ide besar. Bentuk terbesarnya adalah kebudayaan. Meme terkuat akan menentukan nasib seseorang, karena hidup seseorang diatur oleh kebudayaan yang menaunginya. Mulai dari dasar kepercayaan, nilai-nilai hingga cara hidup pribadi. Apa yang kita nilai sebagai kebenaran? Apa yang kita yakini? Meme yang berkembang di pikiran, yang menjadi penentunya.
Penyebaran Meme di Internet
Internet menjadi sarana penyebaran meme paling efektif saat ini. Hal yang diyakini atau disukai seseorang, di-posting di internet dan cepat menyebar ke orang lain. Sadar atau tidak, netizen menyebarkan dan mengonsumsi meme lewat internet. Hampir semua orang memakai internet. Hal ini membuat kekuatan penyebaran meme via internet menjadi dominan dan tidak bisa disepelekan.
Para pelaku bisnis, pakar marketing, praktisi, tentu menyadari hal ini. Mereka beriklan lewat internet, dengan harapan, ide-ide menyebar cepat dan merasuk ke pikiran publik. Mungkin tidak spesifik mempelajari meme, tapi mereka tahu betul besarnya kapasitas internet dalam merasuki pikiran publik. Tidak hanya bisnis, hal ini juga berlaku dalam politik. Tak heran jelang pemilu atau momentum politik penting lainnya, banyak buzzer politik bermunculan.
Ide-ide yang menyebar bagai virus lantas masuk ke pikiran netizen. Pikiran netizen adalah kandang bagi meme. Di sana, meme berkembang biak. Meme itu mungkin mati dan dikalahkan meme lain. Tapi mungkin juga berkembang dan menyebar. Menjadi buah bibir, menjadi re-post, menjadi konten, menjadi keyakinan hingga bahkan menjadi aksi. Aksi seperti membeli produk atau mendukung tokoh politik tertentu. Netizen diperalat lewat ide-ide yang disebar lewat media internet bagai virus.
Antivirus untuk Meme Internet
Meme bisa menjadi pedang bermata dua. Bisa jadi itu memang meme yang kita butuhkan untuk pengembangan diri. Tapi bisa juga itu meme yang merugikan dan memperburuk nasib kita.
Kita butuh antivirus untuk menghalau meme yang bersifat merugikan. Kita butuh mengenali diri dan mengidentifikasi meme seperti apa yang akan menguntungkan kita. Meme yang merugikan, patut dieliminasi dari feed medsos. Meme yang menguntungkan, izinkan berkembang biak, dari feed medsos hingga ke pikiran.
Tak sedikit orang yang menjadi korban dari hal-hal yang trending di medsos. Bisa jadi terlilit utang karena harus membeli produk, kehilangan teman karena berbeda pandangan politik, mengutarakan kekeliruan karena mengonsumsi kabar-kabar hoaks dan hal negatif lainnya, sehingga menyesatkan diri dan orang lain. Kekuatan internet yang dominan dan kecepatannya yang melebihi kemampuan orang pada umumnya untuk berpikir bijaksana, membuat hal-hal ini sulit dibendung.
Kita berhak untuk lebih protektif terhadap ide-ide apa saja yang kita terima. Kita berhak skeptis. Kita berhak berpikir independen dan tidak mengonsumsi mentah-mentah ide yang tersebar di internet. Meski itu viral dan trending di medsos.
Kontrol terkuat bisa kita bentuk dengan lebih mengakrabkan diri pada realita, pada dunia nyata di luar dunia internet. Apa yang baik untuk kita, apa yang layak kita lakukan, jawabannya ada di dunia nyata. Di sana kehidupan kita berada. Internet berfungsi sebagai alat bantu untuk jawaban-jawaban itu. Masalah sesungguhnya, ada di luar internet.
By the way, konten ini sendiri merupakan meme. Semoga ini menjadi meme yang baik dan bermanfaat. Saya yakin, kontrol diri adalah meme yang menguntungkan.***

