Siapa yang tidak ingin menjadi bijaksana? Ketika pikiran selaras dengan tindakan dan membawa kebaikan bagi diri sendiri serta orang lain. Banyak aliran kebijaksanaan yang bisa kita pelajari, salah satunya adalah filsafat dari Konfusius, filsuf klasik Cina yang ajarannya sangat berpengaruh dalam kehidupan modern.

Konfusius hidup di Tiongkok sekitar abad ke-6 SM. Ajarannya menjadi fondasi peradaban Cina modern yang kita kenal sebagai salah satu negara adidaya saat ini. Selain itu, banyak filsuf Barat yang terpengaruh oleh pemikiran Konfusius dalam merumuskan ide-ide tentang bangsa dan negara. Ajaran Konfusius juga berkembang menjadi agama yang dikenal sebagai Konghucu di Indonesia.

Fokus Utama Filsafat Konfusius

Filsafat Konfusius berfokus pada etika dan moral manusia, dengan keyakinan bahwa jika moral individu baik, maka kekacauan masyarakat akan mudah diatasi, sehingga negara akan tenteram dan teratur. Konfusius menuliskan, “Hanya ketika karakter kita mantap maka keluarga kita akan tenteram; hanya ketika keluarga tenteram maka negara akan teratur.”

Lima Konsep Utama Filsafat Konfusius

  1. Zhengming (Penegakan Nama)

    Menurut Konfusius, segala sesuatu sebaiknya berlaku sesuai dengan namanya. Jika bapak, jadilah bapak. Jika ibu, jadilah ibu. Jika anak, jadilah anak. Jika karyawan, jadilah karyawan. Jika presiden, jadilah presiden. Ini penting untuk perbaikan moral. Ketika presiden bertindak sebagai presiden, artinya ia berperilaku lurus. Jika kebanyakan orang berperilaku lurus, kondisi masyarakat akan tertib.

  2. Yi (Kebajikan)

    Konfusius menekankan bahwa tindakan yang benar harus dilakukan semata karena secara moral itu benar, tanpa syarat lain. Berbuat baik karena itu baik. Berpikir benar karena itu benar. Konfusius berkata, “Orang besar memahami kebajikan, sedangkan orang kecil memahami untung.”

  3. Ren (Kemanusiaan)

    Kita harus selalu memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jangan menerapkan kepada orang lain hal yang tidak kita inginkan diterapkan kepada diri kita. Jika orang berbuat jahat kepada kita, Konfusius menyatakan, “Balaslah yang jahat dengan keadilan, dan balaslah kebaikan dengan kebaikan.”

  4. Li (Ritual)

    Awalnya, Li berarti kurban persembahan dalam ritual Cina kuno. Konfusius memperluas maknanya menjadi aturan dalam tradisi bermasyarakat. Li juga berarti kesusilaan, mencakup kepatutan perilaku terhadap orang lain. Interaksi kita dengan orang lain harus sesuai tata krama yang berlaku.

  5. Tianming (Perintah Langit)

    Dalam konteks spiritual, kaisar dianggap sebagai perpanjangan tangan dari penguasa langit. Dalam negara demokratis seperti Indonesia, konsep ini bisa diarahkan pada penafsiran para pemimpin spiritual mengenai ajaran agama. Kita sebaiknya taat pada penafsiran tersebut, bukan menafsirkan sesuka hati.

Implementasi Filsafat Konfusius di Kehidupan Sehari-hari

Kelima konsep di atas dapat menjadi panduan untuk hidup lebih bijaksana. Misalnya, dengan hidup lurus tanpa neko-neko. Jika ingin maju, lakukan dengan cara yang benar, tanpa jalan pintas. Ini adalah salah satu bentuk kebijaksanaan menurut Konfusius.

Di jalan raya, ketika semua pengendara tertib mematuhi rambu lalu lintas, perjalanan jadi lebih nyaman dan lancar. Begitu juga dalam hidup bermasyarakat.

Menurut Konfusius, yang dibutuhkan orang-orang bukanlah juru selamat, melainkan guru yang berbudi dan menjadi teladan bagi orang lain. Dalam bukunya yang terkenal, Analek, Konfusius menuliskan, “Pertama-tama dia mempraktikkan apa yang dia ajarkan, dan kemudian mengajarkan apa yang dia praktikkan.”

Keselarasan antara ajaran dan tindakan adalah kunci. Etika menjadi utama, dan pendidikan adalah jalurnya. Pendidikan dengan guru yang berbudi menjadi jalan bagi siapa saja untuk mencapai versi terbaik dari dirinya. Dalam bahasa Konfusius, setiap orang bisa menjadi Manusia Utama melalui pendidikan.

Kesimpulan

Mempelajari filsafat Konfusius dapat membantu kita menjadi lebih bijaksana dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat hidup lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.